Di PT Pertamina (Persero), perusahaan energi nasional Indonesia, pengelolaan ribuan dokumen perizinan secara manual memperlambat operasional, meningkatkan risiko kepatuhan, dan menimbulkan biaya yang sebenarnya dapat dihindari.
Tantangan
Pertamina mengelola ribuan izin operasional di berbagai subholding, mulai dari izin eksplorasi dan produksi, hak penggunaan lahan, hingga izin distribusi ritel. Proses yang masih dilakukan secara manual membuat pelacakan izin menjadi lambat dan rentan terhadap kesalahan. Data tersebar di berbagai sistem, sistem monitor memakan waktu, dan risiko izin kedaluwarsa berpotensi menimbulkan denda. Bagi perusahaan energi berskala nasional, kondisi ini berdampak pada efisiensi operasional sekaligus tata kelola perusahaan.
Solusi
Bersama Esri Indonesia, Pertamina mengembangkan SYNERGY, sistem digital untuk pengelolaan perizinan yang memberikan visibilitas real-time terhadap lebih dari 5.000 izin dalam satu platform.
Dengan mengintegrasikan location intelligence, SYNERGY menambahkan konteks spasial yangmemudahkan pemantauan setiap izin, meningkatkan visibilitas, dan membantu pengelolaan risiko. Implementasi awal di PT Pertamina Patra Niaga mencakup 322 izin strategis dengan dukungan fitur:
- Dashboard dinamis: Menampilkan lokasi dan status izin secara spasial.
- Chatbot pencarian: Memudahkan pencarian dokumen secara instan di seluruh tim.
- Sistem peringatan dini: Memberikan notifikasi sebelum masa berlaku izin berakhir.
Melalui fitur-fitur tersebut, pengelolaan perizinan menjadi lebih efisien dan akurat, bahkan dalam skala yang besar.
Hasil
Implementasi SYNERGY di PT Pertamina Patra Niaga memberikan hasil yang nyata, antara lain:
- Penghematan biaya hingga USD 25 juta, termasuk pengurangan denda dan pekerjaan ulang operasional.
- Monitor dan pengelolaan dokumen perizinan yang lebih akurat.
- Tata kelola yang lebih baik melalui sistem terpusat berbasis ArcGIS dengan insight spasial secara real-time.
Langkah selanjutnya
Keberhasilan implementasi ini menjadi fondasi bagi penerapan SYNERGY di seluruh subholding Pertamina. Selain menghadirkan penghematan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional, solusi ini juga menunjukkan bagaimana teknologi geospasial dapat memperkuat tata kelola dan transparansi melalui visibilitas spasial secara real-time.
Melalui inovasi ini, Pertamina terus mendukung pengelolaan energi yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.